You Are Here » Berita

Arti Sebuah Nama \"Rumah Sakit\"


Arti Sebuah Nama “Rumah Sakit”



Rabu, 5 November 2008 | 07:18 WIB

PADA tahun 379 Masehi, setelah masa kekeringan dan wabah lapar menimpa, Santo Basil Agung (329-379) yang bersahabat dengan Kaisar Romawi Julian (331-363), menjual tanah keluarga, membeli makanan bagi orang kelaparan dan mendirikan rumah sakit pertama di dunia di Caesarea yang kini berada di wilayah Israel.

Rumah sakit pertama di Eropa didirikan di Roma sekitar tahun 400 Masehi. Dana pendirian rumah sakit disediakan Fabiola (kemudian dijadikan Santa Fabiola setelah wafat sekitar tahun 399 Masehi). Fabiola adalah seorang wanita bangsawan anggota keluarga Fabia yang kaya raya.

Setelah bercerai dari suami pertama yang kerap menyiksa dirinya, dia ditinggal mati suami kedua, akhirnya Fabiola memutuskan untuk menjadi pertapa dan tinggal di Yerusalem. Dia berangkat ke Betlehem tahun 395 Masehi. Namun, keterlibatan dalam pendirian rumah sakit membuat Fabiola akhirnya kembali ke Roma dan menjadi perawat bagi para pasien.

(Iwan Santosa, disarikan dari The Book of Origins, karya Trevor Homer, Penguin Books, London, 2007 dan pelbagai sumber

Kutipan dari Kompas tersebut diatas memberikan wacana pada kita bagaimana pada prinsipnya manusia memiliki hati yang mulia, ingin memberikan makna dan guna bagi sesama, karena menurut para bijak, bahwa kita hanya dapat dikatakan berguna dalam hidup ini apabila kita dapat memberi manfaat kepada sesama.

Pergeseran fungsi Rumah Sakit sudah terjadi, saat ini unsure “bisnis” (orientasi keuntungan) sudah menjadi hal yang dominant dalam operasionalisasi bisnis Rumah Sakit, kecuali pada Negara-Negara tertentu yang sudah menerapkan system asuransi kesehatan yang bagus, sehingga masyarakat tidak merasa langsung terbebani dengan biaya rumah sakit, atau pada Negara yang menganut system pemerintahan sosialis, sehingga rakyat tidak dapat melihat langsung dominannya sisi “bisnis” dari tumah sakit bersangkutan

Bisnis Rumah Sakit saat ini sudah menjadi prioritas bagi pemilik modal dan menjadi hal yang menarik bagi dunia perbankan untuk mensuport pendanaan atas usaha pendirian maupun pengembangannya. Fenomena ini semakin mempermudah peminat bisnis di sektor ini untuk merealisasikan niatnya.

Bersamaan dengan kondisi dinamisasi di lapangan, nampaknya Depatemen Kesehatan sudah memiliki “kesiapan” yang bagus, hal ini dapat kita lihat dengan munculnya berbagai undang-undang tentang rumah sakit, yang akhir-akhir ini banyak dihasilkan dan terus disempurnakan.

Salah satu aturan baru yang dibuat oleh Depkes adalah mengenai pemakaian nama Rumah Sakit, paling lambat tanggal 14 Agustus 2010, di Indonesia sudah tidak boleh lagi ada rumah sakit menggunakan nama International

Terlepas dari apapun alasannya, semoga alasannya bukan karena kita takut dengan standard Rumah Sakit di Indonesia yang barangkali menurut Depkes belum memenuhi criteria nama International, karena label nama International pada beberapa Rumah Sakit di Indonesia sudah lama ada, namun baru dipermasalahkan belakangan ini. Bagi pemilik Rumah Sakit dengan label nama tadi hendaknya dengan kesadaran harus mengikuti anjuran tadi, tidak perlu ada perdebatan yang ujung-ujungnya tidak produktif, demikian juga bagi calon pemilik Rumah Sakit yang saat ini menggagas pendirian RS baru untuk tidak memiliki keinginan memberi Nama International pada Rumah Sakit-nya.

Nama dibuat mengandung arti dan maksud yang baik untuk mencapai tujuan yang tekandung dalam nama itu, bagi Rumah Sakit yang harus diubah namanya menjadi tidak “International” hendaknya tidak malah menurunkan kualitasnya dengan dalih karena “namanya” demikian juga yang tidak bernama International jangan pasrah dengan kondisi saat ini, tetapi harus berbenah untuk lebih maju dan memenuhi standard yang ditetapkan Depkes, melalui program akreditasi.

Kesadaran masyarkat akan pentingnya kesehatan, memiliki makna bahwa prospek bisnis rumah sakit masih feasible untuk dilakoni, tentu saja dengan persiapan dan operasionalisasi yang dikendalikan dengan cara professional dan dilakukan oleh sumber daya manusia yang professional pula.

« Kembali

Support Online

Konsultasi Terbaru

  • wisnu

    saya punya klinik akan dikembangkan menjadi RSIA Langkahnya bagai mana? dan biaya yng harus saya siapkan?  ...

  • Melissa

    Selamat Malam,

    Kami dari sebuah yayasan RS berniat untuk membuat sebuah RS di tempat yang berbeda. Saat ini kami sedang mencoba untuk membuat FS untuk investor kami, apakah bisa dibantu data apa sa ...

  • lim junedy

    Mohon saranya kami mau mendirik\n RS type D perkiraan biaya dan lain lainnya yg berkaitan dengan pendirian RS tupe D. Terima kasih ...

  • Yudi

    assalamualaikum, kami dari RSKB terletak di kota kecamatan dan sdh terakreditasi, kami ingin konsultasi mslh manajemen, skemanya bagaimana, wass ...

  • Indah Wati

    Salam,
    Yayasan kami memiliki impian mendirikan Rumah Sakit Ibu dan Anak. Ada investor yang berminat mendukung kami.
    Kami ingin mengajukan proposal dan FS kepada investor tersebut. Berapa biaya untuk ...

  • Daniel

    Selamat siang, saya menawarkan pemasangan produk plafon PVC dengan spesifikasi tebal 8 mm, lebar 25 cm - 30 cm, panjang 3 & 4 meter, silahkan hubungi 08787 247 2235 ...

  • dr.Ahmad Agus Salim

    Selamat malam izin menanyakan.. Persyaratan apa saja yang harus ada dan kita lalui untuk mendirikan RS tipe d.. Dan kalo mau konsultasi bisa terkait apa saja ya? Terimakasih ...

  • Torro Parengkuhan Dewata

    Selamat malam... Mohon bantuan jika saya ingin menggunakan jasa konsultan, bagaimana pembayaranya dan kapan saya harus membayarnya?
     ...

  • Yohan

    Apakah boleh dan aman mendirikan RS diatas tanah milik para pemegang saham? Sifatnya hanya meminjamkan untuk dikelola, dengan bagi hasil keuntungan. Bagaimana jika dikemudian hari terjadi konflik? Lal ...

  • Juli Riyanto

    Assalamualaikum pak,
    Apakah saya bisa mendapatkan no HP bapak lebih lanjut untuk menjalin kerjasama di bidang rumah sakit.
    Perusahaan Saya PT Bina Talenta Solusindo bergerak di bidang RS mulai dari  ...

Video